DEFINISI
Aura, dalam bahasa Arab disebut An-Nur (النّور) , jika dipahami dengan perspektif Islam, Nur dapat diartikan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Setiap manusia memiliki energi tersembunyi dalam dirinya, dengan tidak disadari kombinasi warna-warna itu mempengaruhi situasi dirinya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dalam Perspektif umum, Aura diartikan sebagai pancaran energi yang terefleksi dari tubuh dengan berbagai kombinasi warna. Pancaran tersebut berupa sebuah rangkaian spektrum warna yang terpancar dari tubuh manusia dengan ke 7 chakra sebagai sumbernya.
Jenis Warna Aura
Tiap warna aura memiliki definisi dari rangkaian kombinasi warna Warna tersebut kondisi Sifat, mood, emosi hingga lebih jauh dapat menggambarkan karakter dari seseorang, contoh definisi-definisi warna kami gambarkan sebagai berikut:
Hitam
Seseorang yang memiliki aura ini, dapat diartikan memiliki masa lampau yang cukup berat, kesedihan, dendam, kecenderungan tertutup, Memendam Perasaan dan susah beradapatasi.
Putih
Seseorang yang memiliki aura ini, dapat diartikan memiliki pengalaman spritual yang mendalam, mudah beradaptasi, Ber-ego kecil, sangat pemilih dalam lawan bicara, kewibawaan tinggi , dapat menempuh tanggung jawab yang tinggi.
Merah
Seseorang yang memiliki aura ini, dapat diartikan mempunyai gejolak emosi yang luar biasa, Berani, ambisius, Straight Forward, tendensi aggresif, susah menerima masukan dari orang lain, intelektual cerdas, sulit menggunakan daya khayal. Ibarat medan perang, orang ber aura merah adalah mereka yang berada pada barisan depan.
Orange
Seseorang yang memiliki aura ini, dapat diartikan mempunyai kecerdasan atau tingkat intelektual tinggi, Dewasa, kreatif, Bijaksana, dapat berkreasi yang maksimal, daya tarik yang cukup tinggi, memiliki teman banyak, memiliki kecenderungan extrovert, biasanya pencinta seni.
Pink
Seseorang yang memiliki aura ini, dapat diartikan mempunyai daya Khayalan yang tinggi, Pemimpi, Penuh kasih sayang, mudah tersinggung (sensitif), daya nalar yang cukup tinggi.
Hijau
Seseorang yang memiliki aura ini, dapat diartikan mempunyai arti luas, kesanggupannya mendengarkan dan menyelesaikan masalah yang cukup, Cinta Damai, hidup dalam harmoni, prihatin dengan wujud kekerasan, penghindar konflik dan biasa memiliki kemampuan dalam bidang berelemen tanah.
Biru
Seseorang yang memiliki aura ini, dapat diartikan memiliki insting yang kuat, Positif,Optimis, Ketenangan Perasa, mudah beradaptasi dengan orang lain, pada umumnya kecenderungan introvert, penyimpan rahasia yang baik, solidaritas tingi.
Cokelat
Seseorang yang memiliki aura ini, dapat diartikan memiliki sifat natural, Berjiwa bisnis (Mencari uang), Mempertimbangkan Materi, sisi terbuka penuh.
Warna aura yang disebutkan di atas hanya gambaran umum, hari ke hari beberapa warna lapisan aura berubah seiring dengan situasi mood dan pikiran saat itu. Tapi tidak dengan warna Dominannya. Pada dasarnya, Manusia itu hidup bebas dengan kekuatanya untuk memilih (“Free Will”) menurut jati diri serta karakter yang sesungguhnya. Warna Aura cuma refleksi keadaan si manusianya pada saat itu (Present), manusia tidak perlu berpatokan dengan warna-warna tersebut.
TUJUAN
Secara garis besar, tujuan dari Aura Reading bermaksud tidak lebih untuk melakukan suatu identifikasi diri berdasarkan refleksi warna- warna yang terpancar pada jiwa. Banyak individu mampu mengenal dirinya, namun mereka tidak mengenal siapa dirinya sebenarnya secara utuh.
Satu hal keunggulan dari Aura Reading adalah sehebat-hebatnya seseorang sanggup menyembunyi sesuatu, ada pepatah mengatakan “The Colours wont lie” dikarenakan setelah dilakukan pembacaan. Diharapkan proses tersebut dilakukan, klien dapat lebih mengidentifikasikan dirinya yang sebenarnya, tujuan lainnya adalah pembebasan mencari karakter yang cocok sesuai dengan apa yang menjadi potensi maupun kekurangan dalam dirinya.
METODE
Metode Aura Reading dilakukan melalui “long distance reading Clairvoyance” dengan menggunakan pedoman basis informasi dari data informasi yang didaparkan berdasarkan dari hari dan tanggal lahir dan foto. Perlu diketahui, akurasi kebenaran pembacaan aura tidak sepenuhnya sampai 100%. Karena nilai 100% hanya milik Tuhan Sang Pencipta semesta Alam, manusia mempunyai batas.